Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label beverage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beverage. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2016

Greenwood


Welcome back! Weekend ini paling enak pasti ngopi-ngopi untuk sekedar melepas lelah setelah selama weekdays ini berkutat di kehidupan kampus ataupun di kantor. Setelah capek beraktivitas, pasti pengennya ke tempat yang pewe, punya menu enak, dan harga yang murah kan??? Yas, kita tau tempatnya!


   Introducing Greenwood Coffee. Cafe mungil yang terletak di Jl. Radio Dalam II (sebelah Bina Vokalia Pranadjaja) ini pas sekali untuk menghabiskan weekend sore kalian bersama teman ataupun pacar. Greenwood memang tidak sebesar cafe-cafe pada umumnya namun inilah sisi menariknya. Berlokasi di tengah pemukiman penduduk dengan space yang cukup mungil dan didominasi dengan warna hijau, adanya pohon besar menjadikan tempat ini lumayan adem meskipun tidak menggunakan ac. Datang ke sini seperti sedang berleha-leha di teras rumah teman.





   Di sini menu yang ditawarkan cukup beragam dengan harga yang relatif terjangkau. Di sini meskipun mengusung konsep coffee shop, kebetulan kami pesan menu coklat karena menu ini merupakan rekomendasi dari staff yang ada seperti Chocomint yaitu minuman cokelat yang disajikan dengan daun mint, Chocomellow yaitu minuman cokelat dengan marshmellow yang bisa dibilang cukup banyak di dalamnya. Menu cemilannya juga beragam seperti cheesy fries (kentang goreng dengan bumbu keju serta keju parut dan saus bangkok), honey roasted wings, green lantern (perpaduan nugget, sosis, dan kentang goreng), serta fish fingers (ikan dori fillet yang digoreng garing serta kentang goreng disajikan dengan saus tar-tar). Juga beragam olahan pasta dengan harga di bawah 50rb pada tiap menunya jadi nggak bikin kantong kalian bolong.
Chocomellow (28k)
Cheesy Fries (20k)

Chocomint (28k)
   Suasananya di Greenwood cukup enak dengan nuansa hijau seperti yang sudah kita beritahu sebelumnya, bangku-bangku kecil yang nyaman, juga beragam musik easy listening yang selalu diputar. Cocok untuk santai di akhir pekan menikmati udara sore atau menyelesaikan tugas kalian yang sedang kejar tayang.
   Jadi, kalau kalian sedang bingung mau kemana, Greenwood bisa jadi salah satu alternatif untuk kalian bersantai leha-leha di akhir pekan. 

Minggu, 20 November 2016

Ngopi Doeloe

       Kali ini kami sedang mampir ke daerah Bintaro, tepatnya sedang lewat di Jl. RC Veteran Raya. Di sebelah Rempoa Outlet kami melihat ada tempat ngopi yang terlihat asyik untuk kamu yang ingin sekedar hangout, ngerjain tugas, atau ngopi-ngopi sendirian sambil cari wangsit, hahaha. Nama tempatnya adalah Ngopi Doeloe. Yeap, sesuai dengan namanya, jadi kami mampir untuk ‘ngopi aja dulu’ berhubung di luar juga sedang hujan, jadi cocok banget kayanya.

Hot Cappuccino (27.5k)

Ice Machiato Caramel (27,5k)
                Setelah lihat menu-menunya, well ternyata menunya ada bermacam-macam bukan hanya kopi, tapi juga ada mi, nasi, pasta, pizza, hingga martabak. Cocok untuk kamu yang sedang kelaparan dan butuh tempat mampir. Harganya cukup terjangkau tapi harga-harga yang ada di menu belum termasuk pajak 10% dan service charge 3.5%. Untuk para mahasiswa atau karyawan, paling pas ke sini pas tanggal muda, baru gajian terus ngopi-ngopi deh, huehehehe.
                Kami paling suka dengan ambiance yang ada di sini. Terdiri dari dua lantai, juga dua ruangan terpisah antara smoking dan non-smoking. Sofa-sofa juga bertebaran di sini, jadi kalian nggak perlu rebutan dengan customer lain untuk duduk dan berlama-lama di sofa.


                Ngopi Doeloe termasuk kategori tempat ngopi baru, jadi, masih bisa dibilang pengunjungnya masih relatif sedikit, untuk itu kami sengaja share ke kalian jika kalian sedang mencari tempat ngopi dengan area luas, penuh sofa, dan sepi. Overall, Ngopi Doeloe pas banget buat kalian terutama yang ingin santai-santai bareng temen atau berlama-lama dengan pacar, terutama di tanggal muda, pas uang masih penuh di kantong. Nggak ada salahnya kan ngasih reward ke diri sendiri untuk ngopi di tempat yang asyik dan comfy seperti di sini.

Senin, 18 Januari 2016

Bookshelf

   Iya kali ini, kita langsung posting dua tempat nih because we miss this blog that much, and we hope, you do so, lovely people~~~ Kali ini kita review sebuah tempat makan berbasis cafe sih ya, yang ada di bilangan Cinere. Untuk yang suka mondar-mandir di daerah Cinere mungkin udah nggak terlalu asing sama tempat ini, namanya adalah Bookshelf. Tenang-tenang, tempat ini bukan tentang buku aja kok. Bookshelf itu semacam cafe yang menyediakan beragam buku bacaan di dalamnya, mulai dari novel, majalah, sampai komik. Selain menyediakan buku gratis untuk dibaca, tempat ini juga menjual novel-novel tersebut di sana (novel yang masih baru tentunya). Koleksi bukunya lumayan bagus untuk cafe ukuran jaman sekarang, nemu Twelfth-nya Shakespeare di sini hehe.
 
the decoration is lovely
Alamat Bookshelf yaitu di Jl. Cinere Raya No. 43. Cafe ini terdiri dari dua lantai, lantai 1 untuk display buku-buku yang dijual, sementara cafe dan tempat nonton film ada di lantai 2, yap, di sini kita memang bisa menonton film secara private setelah reserve dulu ke pelayannya. Cafe ini kelewat cozy untuk kalian yang butuh tempat tenang untuk sekedar relax ataupun ngerjain tugas kuliah. Interiornya dibuat senyaman mungkin dengan sofa-sofa empuk dan lebar, jadi membuat pengunjung betah ke sini.

   Sementara untuk  minumannya, range harganya sekitar 20k-40k, yang didominasi oleh minuman berbahan dasar kopi jenis latte. Untuk makanannya, di sini memang mengusung konsep western minimalis, jadi mereka menyediakan fries original (25k) atau cheese (30k) yang cocok untuk cemilan sampai fish & chips (28k) yang rasanya enak, ikannya lembut banget tapi nggak amis sama sekali, dan luarnya crunchy hihihi.
Ice Choco 25k
Bone Cappuccino (35k)
Kalau nggak mau makan berat atau cemilan-cemilan yang digoreng, di sini ada beragam cake dan pies juga loh. Jadi, kalian nggak akan kebingungan untuk milih menunya. Oh iya, sedikit reminder sih, harga makanan yang tertera di blackboard lucu itu belum termasuk pajak dan service ya :) sedikit beda dengan cafe atau tempat makan lain yang berdiri sendiri juga.

Cheese Fries 25k
Fish & Chips 28k

  Jadi, kalau kalian butuh suasana tenang, mau santai-santai sambil baca novel atau komik (doraemonnya menggiurkan untuk dibaca loh), lalu minum latte dan cake atau fries, Bookshelf cocok banget didatengin, atau kalian sedang dikejar deadline dan butuh tempat yang suasananya mendukung untuk menyelesaikan pekerjaan, bisa dateng juga ke sini. Ambience super comfy, super cozy, dan harga yang tidak terlalu mahal untuk didatangi sesekali, Bookshelf kita rekomendasiin untuk kalian.

Senin, 26 Oktober 2015

Mu Gung Hwa (snack culture & coffee in J)



   Annyeonghaseyo, aloha guys! Long time no blogging, yes, we admit it, pardon our limited time. We just miss this blog sooo much, don't cha? Sesuai dengan greeting awal, kali ini kita main-main ke tempat jajanan khas Korea lagi, yaitu di Mu Gung Hwa. Mungkin kalian agak bingung karena beberapa orang mengira Mu Gung Hwa hanya sekedar swalayan Korea aja, tapi tunggu dulu, di lantai atas tiap gerai Mu Gung Hwa, ada tempat makan yang menyajikan menu-menu khas Korea, mulai dari snack yaitu Odeng dan Tteokpokki, sampai makanan berat seperti Bibimbap. Sementara menu minumannya, karena kami mereview dari Mu Gung Hwa dharmawangsa (tepatnya dari arah Panglima Polim belok kiri karena memang harus belok, nah Mu Gung Hwa ada di sebelah kanan setelah kalian belok, dengan inisial gedung MGH), di sana snack culture Mu Gung Hwa bergabung dengan Coffee in J, jadi kita bisa pesan beragam casual kopi seperti frappuccino, latte, beragam teh, juga yang paling menarik yaitu Bingsoo atau kalau di sini mirip es serut tapi ini es serut khas Korea yang segar dan enak.

   Di sini kami memesan Tteokpokki (38k) snack dari kue beras yang diberi bumbu gochujang dan lain-lain, Odeng (12k) snack yang rasanya mirip baso ikan dengan kuah dan sambal yang terpisah; Gimbap karena di sini memakai daging sapi (40k), lalu juga Chicken Ball isi 3 (12k) kalau di cabang Senopati satu porsi isinya 10, Chicken Ball ini bumbunya super enak, ditambah ayamnya yang dibentuk bola-bola kecil tanpa tulang, jadi lebih nikmat saat dinikmati, Red Bean Bingsoo (35k), es serut yang diberi red bean atau kacang merah manis lalu potongan mangga dan disiram susu, Bingsoo di sini enak, manisnya pas dan cocok banget diorder pada siang hari; dan Jasmine Tea (12k), teh jasmine dengan susu yang dipisah sebagai pengganti gula.



Gimbap (40k)
Tteokpokki (38k)

Red Bean Bingsoo (35k)

Chicken Ball (12k)
   Ruangan tempat makannya dibagi dua, ada di bagian snack culture dan bagian coffee in J, tapi favorit kami tentu saja di bagian coffee in J karena interior ala coffee shop yang tenang dan sepi bisa kami dapatkan di sini. Pengunjung memang bebas memilih ingin duduk di mana. Kalau kalian ingin makan sambil nonton video clip boyband atau girlband Korea, kalian bisa memilih di bagian snack culture, namun jika kalian ingin lebih tenang dan intim bisa ke coffee in J, duduk di sofa-sofa yang ada di sana, ditemani dengan lagu-lagu ballad Korea.

   Overall, kalau kalian mencari tempat makan Korea yang terjangkau, enak, ditambah suasananya yang tenang dan interior yang bagus, kalian bisa berkunjung ke Mu Gung Hwa lt.2 (untuk Mu Gung Hwa dharmawangsa, ada diskon 20% tiap hari Rabu loh). Begitu masuk langsung naik tangga aja. Di sini juga tersedia beragam roti manis ala Korea yaitu Bon Bread. Jadi, menurut kami, tempat ini tepat untuk referensi kalian, bisa datang sendiri untuk cari wangsit sambil ngopi, atau ngumpul bareng temen-temen sambil sharing snack khas Korean street-food yang pastinya enak, kenyang, dan masih terjangkau dompet kalian.

Sabtu, 26 September 2015

Mr. Park


   Jika kalian membaca nama tempat makan di atas, kalian pasti sudah tahu jenis makanan yang disajikan di sini. Yup, Mr. Park adalah tempat makan yang menyajikan menu makan khas Korea. Mr. Park berada di Area 51 Pondok Indah Mall 1 dan food court Grand Indonesia. Namun kali ini, kita review dari Mr. Park Pondok Indah Mall 1.
   Menu yang ditawarkan di sini beragam mulai dari Bulgogi Bibimbap (49rb+), Sundubu (53rb+) dan beragam menu paket Family yang dapat dishare mulai dari 2 orang sampai 4 orang, ada 3 tipe menu Family Set, dari Set A, Set B, dan Special Family. tapi favorit kami pribadi adalah menu Family Set A yang terdiri dari (Chicken Gochujang, Japchae, Chicken Cutlet, Fried Rice, Mie goreng, dan Salad dengan melon dressing). 
 
   Family Set A menjadi favorit kami karena menu yang ada di dalamnya, seperti Chicken Gochujang yaitu ayam tanpa tulang yang dibalut dengan tepung dan diberi bumbu gochujang sehingga menghasilkan rasa asam manis khas Korea; Chicken Cutlet yang hampir mirip dengan Chicken katsu, sementara Japchae mirip dengan bihun namun bihunnya bihun dari Korea yang lebih kenyal dan rasanya berbeda dengan bihun khas Indonesia; selanjutnya ada Mie Goreng dan Fried Rice.
  Sementara untuk minum, standar dengan menu minuman di tempat lain yaitu Ice Tea (8k), Ice Thai Tea (12k), etc.
Family Set A (109+k)

Chicken Gochujang

Fried Rice

Japchae

Salad

Mie goreng

Chicken Cutlet
 
  


Senin, 24 Agustus 2015

Food Fighters

   Awalnya lagi jalan-jalan di daerah Blok M, lalu saat melewati Fave Hotel Melawai, kami melihat tempat yang masih dibilang baru, namanya Food Fighters. Food Fighters terletak di Jalan Melawai IX tepatnya di kawasan Blok M Square sebelah Kopi Oey Fave Hotel. Tempat yang diprediksi akan menjadi tongkrongan terbaru untuk kalangan remaja ini didominasi oleh dekorasi bertema vintage. Di dalam Food Fighters terdiri dari beberapa kios yang menjual beragam menu makanan dari mulai makanan Indonesia seperti Oma's Kitchen (yang sayangnya masih tutup saat kita ke sana), sampai Bonara yang menyajikan pasta.


   Setelah keliling-keliling di sana, kami memesan makanan di Zucker Waffle karena ternyata mereka nggak cuma menjual waffle biasa tapi juga Zucker Sirloin Steak Waffle yang cocok untuk pengunjung yang butuh makanan berat. Zucker Sirloin Steak Waffle ini cukup unik. Bentuknya mirip dengan burger berisi sirloin, selada, tomat, bawang bombay namun bunsnya diganti dengan waffle yang jelas lebih tebal dibanding buns biasa dan cukup kaget ternyata ada telur juga di dalamnya. Saus kejunya enak dan karena bumbunya sudah pas, saus sambal rasanya nggak perlu ditambahkan lagi. Kami juga memesan chocolate milkshake yang masih dari Zucker Waffle, yang seperti milkshake umumnya, dengan tambahan ice cream vanilla di atasnya.


Zucker Sirloin Steak Waffle (45k)
Lemonade Shorbet & Zucker Sirloin Steak Waffle
Breakkie Kebab (25k)
   Untuk minum, kami akhirnya menuju kios Drinks, kita pesan Lemonade Shorbet dan Lychee Italian Soda, karena Kakegori atau yang biasa kita kenal dengan Cotton Candy-nya lagi nggak available :( Lemonade Shorbet dan Lychee Italian Soda ini paling cocok dipesan siang hari sepertinya karena rasanya yang fresh, pas dengan cuaca Jakarta sekarang yang sedang terik-teriknya. Sementara Breakkie Kebab terdiri dari telur, bawang bombay, dan mayones yang tasty.


Lemonade Shorbet (20k)
Lychee Italian Soda (20k)
   Space yang cukup luas meskipun hanya memakai blower, banyaknya colokan mengingat pentingnya sebuah colokan di era smartphone ini, juga harga makanan yang masih bisa dijangkau oleh kalangan anak muda khususnya mahasiswa, dan para seller yang cukup ramah dengan pelanggan, membuat Food Fighters jadi tempat recommended untuk sekedar hangout sambil chit-chat dengan sesama ataupun asyik sendiri dengan gadget yang kita bawa.