Powered By Blogger

Sabtu, 26 September 2015

Mr. Park


   Jika kalian membaca nama tempat makan di atas, kalian pasti sudah tahu jenis makanan yang disajikan di sini. Yup, Mr. Park adalah tempat makan yang menyajikan menu makan khas Korea. Mr. Park berada di Area 51 Pondok Indah Mall 1 dan food court Grand Indonesia. Namun kali ini, kita review dari Mr. Park Pondok Indah Mall 1.
   Menu yang ditawarkan di sini beragam mulai dari Bulgogi Bibimbap (49rb+), Sundubu (53rb+) dan beragam menu paket Family yang dapat dishare mulai dari 2 orang sampai 4 orang, ada 3 tipe menu Family Set, dari Set A, Set B, dan Special Family. tapi favorit kami pribadi adalah menu Family Set A yang terdiri dari (Chicken Gochujang, Japchae, Chicken Cutlet, Fried Rice, Mie goreng, dan Salad dengan melon dressing). 
 
   Family Set A menjadi favorit kami karena menu yang ada di dalamnya, seperti Chicken Gochujang yaitu ayam tanpa tulang yang dibalut dengan tepung dan diberi bumbu gochujang sehingga menghasilkan rasa asam manis khas Korea; Chicken Cutlet yang hampir mirip dengan Chicken katsu, sementara Japchae mirip dengan bihun namun bihunnya bihun dari Korea yang lebih kenyal dan rasanya berbeda dengan bihun khas Indonesia; selanjutnya ada Mie Goreng dan Fried Rice.
  Sementara untuk minum, standar dengan menu minuman di tempat lain yaitu Ice Tea (8k), Ice Thai Tea (12k), etc.
Family Set A (109+k)

Chicken Gochujang

Fried Rice

Japchae

Salad

Mie goreng

Chicken Cutlet
 
  


Dabelyuw

   Hi, long time no posting here. So sorry for our busyness. Yes, we are that busy. So pardon us! Kali ini kita akan review sebuah tempat makan yang ada di salah satu foodcourt mall yang ada di Jakarta, tepatnya di Plaza Semanggi, Jakarta Pusat. Tempat makan ini mungkin sudah dikenal oleh kalangan anak muda yang suka dengan porsi makan yang lebih banyak dari biasanya namun harga tetap terjangkau dan rasa yang tidak kalah dengan restoran-restoran yang mematok harga lebih mahal. Yup, nama tempat makan ini adalah Dabelyuw
 
menu
   Menu yang ditawarkan di sini sebagian besar berbahan dasar ayam, seperti menu andalan yang ada di sana yaitu Chubby Yum Chicken (Ayam Fillet yang diisi dengan smoked beef dan keju), Platinum Chicken (Ayam Fillet yang diisi dengan Salami dan keju cair), juga ada Spicy Lover Chicken (ayam yang dipotong dadu, juga ada potongan smoked beef yang disiram dengan kuah pedas manis). 
Chubby Yum Chicken (30k + kentang jadi 34k)
Platinum Chicken (30k + kentang jadi 34k)
   Harga yang ditawarkan di sini relatif murah, mulai dari 28ribu sampai 32ribu, harga tersebut sudah termasuk nasi, namun jika kalian ingin mengganti nasi dengan kentang goreng, dikenakan charge 4ribu rupiah. Untuk menu minumannya, biasanya pelanggan memesan Ice Tea Jumbo seharga 6ribu rupiah
Ice Tea Jumbo (6k)
   Karena Dabelyuw terletak di food court, jadi kita dapat memilih tempat duduk yang sesuai dengan keinginan kita mengingat kapasitas tempat duduk di sana cukup banyak mulai dari stool, kursi biasa, hingga sofa. Kami lebih suka di bagian sofa karena letaknya dekat dengan Dabelyuw dan lebih nyaman. 
   Jadi, jika kalian sedang ke Plaza Semanggi, butuh tempat makan dengan harga relatif murah, porsi banyak, dan enak, kalian bisa datang ke sini. Saran kita, kalau kalian tidak terlalu lapar, seporsi menu di Dabelyuw bisa untuk berdua juga.

Minggu, 13 September 2015

K-Mart

   Berhubung jaman sekarang K-Pop lagi banyak digemari anak muda di Indonesia, kita akan review makanan Korea yang ternyata banyak juga peminatnya di Jakarta, terutama untuk para K-Popers. Kali ini kami mendatangi K-Mart, sebuah swalayan Korea di daerah dharmawangsa, tepatnya masih satu komplek dengan Graha Purna Wira Polri yaitu di Jl. Dharmawangsa III No.2, Jakarta Selatan. Tadinya kami pikir, K-Mart hanya swalayan pada umumnya, tetapi ternyata di sana juga menjual beragam menu makanan khas Korea yang dapat dinikmati langsung di sana sambil melihat cara pembuatannya langsung.


   Menu yang ditawarkan di sini beragam, mulai dari Odeng (sate yang terbuat dari baso ikan, ada kuah dan sambalnya sendiri), Tteokpokki (makanan khas Korea yang terbuat dari tepung beras dan dibumbui dengan gochujang dll), lalu Ramyeon (mie Korea, namun di sini dijual ramyeon instan) lalu beragam Gimbap (semacam sushi, yang mengandung Pork, jadi kalau kalian tidak boleh/tidak makan Pork sebaiknya tidak pesan Gimbap), juga ada Bibim Kuksu (mi dingin, bentuk mi-nya mirip bihun yang rasanya mirip asinan).

Odeng, kalian bisa ambil sendiri jika ingin tambah Odeng dan kuah
   Harga yang ditawarkan relatif murah, satu tusuk Odeng harganya Rp7.000, Tteokpokki Rp35.000, lalu Ramyeon instan Rp30.000, Gimbap mulai dari Rp30.000 sampai Rp35.000, sementara Bibim Kuksu Rp38.000. Di sini minumnya gratis, kalian bisa ambil air putih sendiri (self service) di dispenser yang ada di sebelah kanan.

Odeng ada sambalnya jika kalian suka (7k)

Tteokpokki (35k)
   Meskipun tempatnya tidak terlalu besar, hanya ada sekitar 10 kursi, namun untuk menikmati jajanan khas Korea di K-Mart saat istirahat atau jam makan siang dapat dijadikan alternatif yang cukup recommended jika kalian sedang berada di daerah Dharmawangsa atau memang sedang berbelanja produk Korea di sini. Menu favorit kami di sini adalah Odeng, Tteokpokki, dan Bibim Kuksu.

Jumat, 04 September 2015

Ayam Goreng Berkah Rahmat




 Untuk yang sudah sering ke daerah Melawai terutama di area warung makan pinggir, kebanyakan mungkin  tidak asing dengan Ayam Goreng Berkah Rahmat. Rumah makan yang sudah lama ada di daerah Melawai ini menyediakan ayam goreng kampung yang menurut kami benar-benar juara dan otentik, itulah mengapa kami pribadi menyebutnya jadi "ayam ganja" karena rasanya terlalu nagih, ditambah sambal yang masih aman dikonsumsi bagi mereka yang nggak terlalu suka pedas.

   Ayam Goreng Berkah Rahmat selalu ramai terutama di jam makan siang dan makan malam sewaktu weekend. Dominasi pengunjungnya adalah rombongan keluarga. Jadi, tidak jarang kita harus menunggu beberapa waktu dulu untuk mendapat tempat jika kita datang di rush hour tersebut. Selain ayam goreng, ada juga menu masakan rumah lainnya seperti usus goreng (ini merupakan menu wajib kedua setelah ayam goreng untuk kita pribadi), sayur asem, dan sambel goreng krecek yang rasanya bikin kita bakal datang berkali-kali. Pilihan nasinya juga ada nasi uduk, tapi seringnya sudah habis kalau kita dateng malam hari.
   
Satu ekor ayam goreng (58k)

menu favorit kami, plus usus goreng (7k) dan lalapan 
   Biasanya satu ekor ayam goreng kampung bisa dikonsumsi untuk 3 atau 4 orang, tapi kalau selera makan kalian sama dengan kita, satu porsi itu hanya bisa dinikmati berdua :) Menu minuman di sini standar, dari mulai teh tawar sampai beragam jus dan es kelapa. Lalapannya juga beragam dari mulai lalap biasa seperti timun, kol, daun kemangi sampai pete, tergantung selera kalian aja. Di Ayam Goreng Berkah Rahmat ini ada hiburannya juga, yaitu pengamen yang memiliki suara bagus dan selalu menyanyikan lagu-lagu lawas, sehingga cukuplah untuk nemenin suasana makan.




   Untuk yang suka mengobrol setelah makan, tempat duduk di luar rasanya lebih pas karena lebih leluasa terutama di malam hari, meskipun kadang ada beberapa pedagang yang menawarkan barang dagangannya kepada kita tapi nggak sampai ke tahap mengganggu kok. Intinya, kalian belum ke Melawai rasanya kalau belum pernah coba ayam legendaris dengan harga yang cukup terjangkau.





Minggu, 30 Agustus 2015

Mie Ayam Hersanto

        Kali ini kami akan mereview tempat yang menjajakan makanan yang sudah sangat kita kenal dan lazim kita jumpai sebagai "Streetfood" yaitu, Mie ayam. Tempat makan yang berada di bilangan jalan Flamboyan, Cilandak, Jakarta Selatan ini menempati sebuah ruko, tempat dibuat se-nyaman mungkin sehingga tidak meninggalkan kesan "Streetfood" yang biasanya kita tahu tempatnya sempit dan agak kotor, tapi berbeda dengan Mie Ayam Hersanto ini, bangku kayu panjang serta meja kayu adalah tempat utama saat kita menyantap makanan, menjadi interior utama tempat ini. Tempat ini pun bersih, didukung juga dengan jaringan WiFi dan televisi kabel yang dapat kita nikmati sebagai hiburan sambil menyantap menu makan.
   Mungkin ini bisa menjadi salah satu referensi untuk kalian yang sangat suka dengan penganan Streetfood karena, bukan hanya harga makanannya yang sangat terjangkau tetapi rasa mie ayam atau pula mie yamin yang disajikan cukup nikmat di lidah. Tempat ini sangat mudah di akses dari jalan utama yaitu yang pertama Jalan Pangeran Antasari dan kedua dari Jalan Fatmawati raya. Umumnya, pengunjung yang datang ke sini adalah karyawan yang mampir sejenak setelah bermacet-macetan di jalanan ibukota, istirahat untuk makan malam, lalu melanjutkan perjalanan lagi, atau penduduk sekitar jalan Flamboyan yang ingin menikmati mie ayam (untuk warga sekitar biasanya memilih untuk membungkus pesanan mereka).


Proses penyiapan yang dapat kita lihat


  Berikut daftar harga makanan dan minuman



Daftar harga




Mie Yamin (14k)

Mie Ayam bakso dan pangsit rebus ( 17k )

kami merekomendasikan kalian untuk pesan pangsit rebusnya, adonan pangsit yang lembut serta daging ayam cincang di dalamnya sangat padu padan nikmatnya dengan mie ayam atau mie yamin yang ada di sini.



Jadi, kalau kalian sedang menuju daerah Fatmawati melewati jalur dalam, dan tiba-tiba kelaparan, kalian bisa mampir ke Mie Ayam Hersanto sejenak. Tempatnya bersih, harganya masih relatif murah, dan adanya koneksi WiFi juga tv kabel, membuat kita yang tadinya ingin mampir sejenak jadi betah berlama-lama di sini.

Jumat, 28 Agustus 2015

Bali Qui

  Jaman sekarang, banyak warung makan yang menyajikan menu makan khas Bali, tapi kebanyakan harganya tergolong cukup mahal untuk anak muda terutama di Jakarta. Tapi beda dengan Bali Qui. Warung makan tenda yang lokasinya ada di jalan Ir. H. Juanda ini (dari seberang Kampung Djadjan, kalau dari arah Ciputat nanti belok kiri, sementara dari arah Pasar Jumat nanti belok kanan di pertigaan, patokannya 711), juga menyajikan beragam menu khas Bali seperti bebek goreng dan bakar, dan untuk yang tidak suka bebek, mereka juga menyediakan ayam. Meskipun ada yang berlokasi di daerah Haji Nawi, namun Bali Qui di daerah Ciputat ini kapasitasnya lebih luas karena terletak di halaman parkir, ditambah dekor serta suasana yang dibuat senyaman mungkin dan se-Bali mungkin, juga alunan musik yang bagus dan cocok dengan suasananya membuat pengunjung betah melepas penat di sini atau berkumpul dan menikmati menu makanan yang ada.


   Menu makanan yang ditawarkan hampir sama dengan menu-menu pilihan yang ditawarkan restauran khas Bali pada umumnya, tapi untuk masalah rasa, di sini nggak kalah dengan tempat lain yang harganya lebih mahal. Menu andalan di sini adalah Bebek Bakar Rica-Rica Khas Bali Qui, menu ini cocok untuk kalian yang suka dengan makanan pedas. Selain memesan Bebek Bakar Rica-Rica Khas Bali Qui, kita juga memesan menu lain yang selalu dipesan jika kita makan di sini, yaitu Bebek Bakar Madu. Untuk paket bebek yang terdiri dari seporsi nasi, bebek, lalapan, dan sambal dibandrol seharga 27k, paket bebek goreng 26k, sementara paket ayam yaitu 21k. Di Bali Qui ini, ada juga beragam menu di luar makanan khas Bali seperti lasagna, spaghetti, dan pizza, juga snack seperti french fries, dengan harga yang relatif terjangkau juga. 

Bebek Bakar Rica-Rica Khas Bali Qui (27k)

   Sementara untuk pilihan minumnya, yang menurut kami paling recommended adalah Love Bali Qui yang merupakan campuran dari tomat, nanas, melon, dan jambu, Treasure Island terdiri dari melon, jambu, nanas, dan wortel, dan Sunset Beach campuran dari jeruk,tomat, dan wortel, yang fresh untuk menemani makan makanan yang sarat dengan pedasnya. Minuman di sini berkisar antara 4k - 15k. Kalau kalian datang bersama keluarga atau teman, kalian bisa share menu Ayam Betutu (76k) yang harus dipesan satu hari sebelum kalian datang ke sini (021-94689067).

Bebek Bakar Madu (27k)
   Overall, dengan tempat yang cukup nyaman, luas, dan interiornya yang cocok dengan tema Bali Qui sendiri, juga harga menu makanan dan minuman yang terjangkau, kami rasa Bali Qui cocok dan recommended untuk kalian jadikan salah satu referensi tempat untuk makan dan berkumpul dengan keluarga, teman, atau pacar di malam hari.

Senin, 24 Agustus 2015

Food Fighters

   Awalnya lagi jalan-jalan di daerah Blok M, lalu saat melewati Fave Hotel Melawai, kami melihat tempat yang masih dibilang baru, namanya Food Fighters. Food Fighters terletak di Jalan Melawai IX tepatnya di kawasan Blok M Square sebelah Kopi Oey Fave Hotel. Tempat yang diprediksi akan menjadi tongkrongan terbaru untuk kalangan remaja ini didominasi oleh dekorasi bertema vintage. Di dalam Food Fighters terdiri dari beberapa kios yang menjual beragam menu makanan dari mulai makanan Indonesia seperti Oma's Kitchen (yang sayangnya masih tutup saat kita ke sana), sampai Bonara yang menyajikan pasta.


   Setelah keliling-keliling di sana, kami memesan makanan di Zucker Waffle karena ternyata mereka nggak cuma menjual waffle biasa tapi juga Zucker Sirloin Steak Waffle yang cocok untuk pengunjung yang butuh makanan berat. Zucker Sirloin Steak Waffle ini cukup unik. Bentuknya mirip dengan burger berisi sirloin, selada, tomat, bawang bombay namun bunsnya diganti dengan waffle yang jelas lebih tebal dibanding buns biasa dan cukup kaget ternyata ada telur juga di dalamnya. Saus kejunya enak dan karena bumbunya sudah pas, saus sambal rasanya nggak perlu ditambahkan lagi. Kami juga memesan chocolate milkshake yang masih dari Zucker Waffle, yang seperti milkshake umumnya, dengan tambahan ice cream vanilla di atasnya.


Zucker Sirloin Steak Waffle (45k)
Lemonade Shorbet & Zucker Sirloin Steak Waffle
Breakkie Kebab (25k)
   Untuk minum, kami akhirnya menuju kios Drinks, kita pesan Lemonade Shorbet dan Lychee Italian Soda, karena Kakegori atau yang biasa kita kenal dengan Cotton Candy-nya lagi nggak available :( Lemonade Shorbet dan Lychee Italian Soda ini paling cocok dipesan siang hari sepertinya karena rasanya yang fresh, pas dengan cuaca Jakarta sekarang yang sedang terik-teriknya. Sementara Breakkie Kebab terdiri dari telur, bawang bombay, dan mayones yang tasty.


Lemonade Shorbet (20k)
Lychee Italian Soda (20k)
   Space yang cukup luas meskipun hanya memakai blower, banyaknya colokan mengingat pentingnya sebuah colokan di era smartphone ini, juga harga makanan yang masih bisa dijangkau oleh kalangan anak muda khususnya mahasiswa, dan para seller yang cukup ramah dengan pelanggan, membuat Food Fighters jadi tempat recommended untuk sekedar hangout sambil chit-chat dengan sesama ataupun asyik sendiri dengan gadget yang kita bawa.